Sunday, September 28, 2008

Thailand tour - PHUKET (day 2)

Kring....kring..... Dengan malas kuangkat telpon. Suara diseberang terdengar "this is your wake up call". Langsung deh kututup telponnya. Udah jam 6 pagi ternyata. Molor sekitar 30 menit. Langsung deh ke kamar mandi dan siap-siap untuk perjalanan hari ini.

Tour pagi ini dimulai dari Phuket Graceland Resort & Spa di Patong Beach dengan bus untuk menuju ke pulau Phang Nga alias James Bond Island.

PANTAI PATONG atau PATONG BEACH adalah salah satu pantai yang terkenal di Phuket yang berada di laut Andaman. Dulunya waktu bencana tsunami daerah ini juga terkena. Ternyata Patong Beach ini hanya 2 jam dari Aceh, dimana waktu tsunami Aceh merupakan wilayah dengan kerusakan terparah. Hanya saja di Phuket sudah dibangun kembali dan tidak tampak lagi bekas-bekas kehancuran akibat tsunami. Malah banyak bangunan baru disepanjang pantai dan hotel-hotel serta pub bertebaran disepanjang pantai. Mirip dengan di Pantai Kuta - Bali.

Tadi waktu menyusuri pantai, ombaknya sangat besar karena terletak di dekat Samudra Hindia. Bagus buat yang suka surfing. Angin lautnya sangat kuat. Situasi seperti ombak seperti ini mirip dengan Blue Point di Bali.
Mirip juga jalan menuju ke Blue Point juga melewati bukit dan jalan berkelok-kelok.



Sepanjang perjalanan ke Provinsi Phang Nga banyak terlihat pohon kelapa dan juga terlihat pantai. Oh ya Phuket dikelilingi oleh pantai.
Benar-benar mirip di Bali. Jika kita via darat dari Gilimanuk ke Denpasar.
Namun mendekati lokasi atau makin keselatan, banyak terlihat deretan pohon karet.
Menurut Guidenya, Phang Nga merupakan pulau tersendiri. Dan untuk kesana melewati jembatan yg menghubungkan Phuket dengan Phang Nga. Di jembatan ini dulunya ada sepasang suami istri yg bunuh diri akibat tidak disetujui oleh orang tua mereka. Bunuh diri dengan meloncat dari atas jembatan.

Pulau-pulau disini mirip dengan Kepulauan Seribu di Jakarta. Bedanya jika di Jakarta, kepulauan tsb berpenghuni bahkan banyak penginapan seperti P.Putri, P. Matahari dll, P. Pantara, P.Bira dll, disini Pulau Phang Nga nyaris tak berpenghuni karena pulaunya adalah pulau karang. Namun masih ada tanaman yg hidup diatas kerasnya batu karang.
Selain itu juga tampak jajaran pohon sejenis kelapa dan bakau yang tumbuh dan tampak seolah-olah melindungi karang dari abrasi air laut. Perjalanan dengan boat sangat mengganggu karena angin dan hujan. Walaupun memakai jas hujan (beli dadakan) dan pelampung tetap saja terasa tak nyaman.

JAMES BOND ISLAND termasuk salah satu dari jajaran pulau-pulau yang tersebar di kepulauan ini. Dinamakan James Bond Island karena sekitar 25 thn yg lalu, ditempat ini dibuat shooting film Bond yang masih dibintangi oleh Roger Moore dalam film "The Man with The Golden Gun".



Pulau ini terdapat karang yang tampak terjatuh dan ditopang oleh karang yg lain. Sangat unik dan bagus. Ada juga batu karang yg berdiri ditengah-tengah laut seolah-olah hendak melawan angin. Sementara air lautnya hangat dan jernih. Menggoda pengunjung untuk menceburkan diri dan bermain air.
Yg suka hiking bisa mendaki karang dan melihat sisi lain dari pulau ini.

Seperti halnya tempat turis, dikiri jalan berjajar penjual souvenir. Harga pembukanya sangat mahal. Dari 600 bath tiba2 diturunkan menjadi 200. Wah jadi kuatir nawar nih. Sayangnya penjual tidak dibekali dengan bahasa inggris yg memadai. Namun uniknya mereka lebih bisa berbahasa mandarin.
Ditempat ini, ada cumi yg lumayan enak. Harganya 100 Bath utk 3 bungkus. Rasanya? Well... Seperti gorengan cumi lainnya yg manis dan agak keras. Namun enak.

Yang unik disini adalah toiletnya. Bentuknya seperti umumnya toilet jongkok namun tidak berada dilantai tapi seperti toilet duduk.

Selesai dari sana, kami naik perahu boat ke suatu perkampungan muslim yg menjual makanan. Uniknya perkampungan ini dibangun diatas laut. Namun tidak bergoyang seperti halnya didermaga. Sangat kokoh dan bersih.
Kali ini kami makan soup udang yang bening. Rasanya asam dan terasa jahenya. Enak dan segar.
Ikannya digoreng dan diberi bumbu yang agak asam dan pedas.
Terus ada lalapan dengan sambal terasi yg enak. Tidak terlalu pedas. Lalapannya diletakkan diatas potongan es batu. Isinya timun, kacang panjang dan terong.
Udang rebus juga tersaji namun sayangnya tidak fresh. Menu standard yaitu telur dadar ada juga. Terus ada sayur mayur yang di tumis. Ada juga ayam entah dimasak apa. Warnanya kuning dan tampak tidak menggoda sehingga nyaris tak disentuh. Ditutup dengan buah nenas.

Perjalanan selanjutnya adalah ke Wat Chalong Temple. Hari sudah sore dan masih gerimis. Masuk kuil dan melihat sebentar. Kuil ini adalah kuil yang terkenal dan terbesar di Phuket. Banyak turis datang kesini memohon keselamatan dan rejeki. Konon banyak yg doanya dikabulkan.
Disini ada kejadian yg lucu dengan masalah bahasa dan uang. Saat menuju bus, tampak gerobak rujak yang menggoda. Peserta lain mengatakan rujaknya enak dan murah. 4 buah mangga muda yg masih kecil hanya dihargai 1 bath. Sepotong pepayapun sama. Tergoda oleh murahnya dan butuh makan buah, maka kucoba membelinya. Ternyata harganya bukan 1 bath tapi 10 bath. Sedangkan teman yg sebelum aku beli, bayarnya dengan uang receh yg dia sendiri tak tahu berapa nominalnya. Pas saat tiba aku membelinya, harganya utk 2 macam buah kena 30 bath. Nah loh.... Selisih yg sangat jauh.
Bingung kan??? Aku sempat protes, tapi karena penjual gak bisa bahasa Inggris dan aku sendiri gak bisa bahasa Thai, maka kuputuskan utk tidak protes. Toh jika dirupiahkan, masih make sense. Bumbunya enak. Pakai kacang tapi diberi terasi. Dan terasa asin dikit. Tidak terlalu pedas jadi bisa dinikmati tanpa perlu berkeringat karena kepedasan.

Dari sana kami ke puncak bukit untuk melihat sunset. Nama tempatnya PROMTHEP CAPE. Dari sini bisa melihat pantai termasuk Patong Beach. Sangat indah namun sayangnya mentari tidak muncul dan tidak tampak indahnya saat mentari menuju peraduan. Mendung dan rintik hujan menyertai perjalanan kami mendaki bukit (sedikit sih). Diatas juga ada semacam "museum" yang dibangun untuk merayakan 50 thn berdirinya mercusuar yang menjaga perbatasan antara Malaysia dan Thailand. Tidak luas namun dari atas bisa melihat hampir seluruh daerah pantai dengan cukup memutar atap dari mercusuar mini tersebut. Namanya the house of light. Didalamnya juga ada miniatur mercusuar dan lampu kuno yg digunakan.

Perjalanan diakhiri dengan makan malam di Kan Eang Seafood. Kali ini aku benar2 menemukan Tom Yang Gong sangat lezat. Antara rasa asam dan pedasnya sangat pas. Benar2 menutupi kerinduan akan makanan khas Thailand yang terkenal ini. Disini makanannya hampir semuanya seafood. Ada udang yg rasanya sangat enak. Entah masak apa. Ikan bakar dengan bumbu cocol yang enak campuran antara cabe, bawang, jeruk nipis dan entah bumbu apa lagi. Pepes ikannya juga pedas dan enak. Cumi bakar yg cukup empuk dan lezat. Tak ketinggalan sayur mayur. Ada juga gorengan udang dengan sayur. Enak juga seperti gorengan kangkung di resto Penang Village di Surabaya. Renyah dan enak. Perut terasa sangat kenyang.

Sawasdeeka...




Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, September 27, 2008

Thailand tour - Phuket (day 1)

Pagi-pagi jam 3.45 harus bangun. Wajib kumpul diairport jam 5 pagi untuk berangkat.

Sesampai di Airport Soekarno Hatta atawa dulunya dikenal dengan nama Airport cengkareng. Ternyata aku kepagian padahal nyampe disana jam 5.20. Telat 20 menit. Rombongan yg lain belum datang. Berikutnya rombongan keluarga dari Bekasi. Sekitar pukul 6 rombongan dari Cengkareng datang. Ternyata cengkareng lebih jauh daripada Bekasi ;-). Total peserta termasuk tour leader 16 orang.

Sekitar jam 6.30 baru bisa masuk ke dalam dan aku menuju ke lounge untuk sarapan. Lumayan deh untuk mengganjal perut. Berangkat hampir ontime . Telatnya cuma 10 menit-an.

Pukul 7.40 an kami berangkat menuju Singapura naik Lion Air untuk transit dan ganti pesawat ke Thai Airways menuju Thailand. Sesampai di Singapore para peserta cepat2 nyari air. Kehausan semua karena di pesawat tidak diberi minum maupun snack. Ooopppsss baru kali ini aku keluar negeri naik Lion dan bengong juga. Parahnya lagi ada aturan dari penerbangan kalo para penumpang dilarang membawa cairan lebih dari 100 ml termasuk air minum walaupun masih tersegel. Aturan yang cukup memberatkan karena pada kehausan.

Kali ini transit cukup lama di Changi Airport Singapura. Tiba di terminal 1, terus ngurus boarding pass untuk ke Thailand dll. Abis dibagikan boarding pass, kami nyari tempat makan. Pilihannya cuma di food court. Aku milih makan laksa. Rasanya sih biasa aja. Karena waktu tunggu yg lama banget, kami ke terminal 3 (baru buka awal tahun ini) dan jalan-jalan disana. Lebih banyak toko dan tempat makan disana. Nyesel deh makan di terminal 1. He...he...
Disana aku menemukan Hard Rock Store. Belanja pin deh. Untungnya di pinnya ada tulisan Hard Rock Changi Airport. Jadi ada yg spesial.

Rasanya lama banget dech. Dan kali ini perjalanan terasa capai karena kebanyakan transitnya dan lumayan lama. Dari Singapore kami ke !angkok dulu. Disana transit lumayanlah sekitar 1,5 jam. Terus ke PHUKET. Tiba di Phuket jam 19.30. Setelah ambil bagasi langsung ke bus untuk makan malam dan ke hotel.

PHUKET

Di bus lokal guide ( namanya Anusak), bercerita sekilas tentang Thailand. Seraya mendengarkan dia berbicara, aku mengamati kondisi kota PHUKET pasca tsunami. Oh ya, phuket termasuk salah satu kota yg terkena bencana tsunami tahun 2004 lalu dan sekarang sudah diperbaiki dan nyaris tak tampak lagi tanda-tanda bekas terkena bencana (besok aku mau lihat buktinya).

Rumah-rumah disini tampak seperti layaknya kota kecil di Indonesia. Biasa saja dan tidak terlalu ramai. Yang lumayan ramai adalah disekitar pantai yaitu Patong Bay (kami juga akan menginap disana) yang lautnya terkenal dengan nama Andaman Sea.

Tapi sebelum ke hotel kami akan dinner dulu. Waktu tempuh dari airport Phuket ke kota (tempat kami makan malam) sekitar 30 menit.
Seperti tour lainnya sesampai di restauran Seamleap Seafood kamu sudah disiapkan meja dan begitu duduk tak lama kemudian datang nasi + lauk pauknya. Menunya: kepiting soka goreng, udang dimasak dengan tanghun, sayur, cap jay kuah, telur dadar (duhhhh....), abalone, ikan tim. Overall rasanya ALOI alias enak. Sayang diluar prediksi, gak ada menu Tom Yam yang khas Thailand maupun menu khas Thailand lainnya yang pedas, asam dan gurih. Menu malam ini (seperti layaknya tour yaitu Chinese Tour yg konon memang lebih murah). Entah kapan kami akan diberi masakan khas Thailand.
Well, tampaknya perlu bersabar dan bertanya nih ama tour leadernya.

Saat akan menuju hotel setelah makan malam, aku melihat deretan pedagang kaki lima yang berjualan dipinggir jalan didepan deretan toko2. Disana ada yg jual seafood, chinese food. Ada juga kwetiaw (dan disini juga namanya kwetiaw) menurut Anusak, sang guide, disini banyak orang yang berasal dari Tio Ciu. So tidak heran apabila masakannya juga hampir sama dengan yang saya temui di Indonesia. Sayang badan sudah lelah (akibat kurang tidur karena harus bangun subuh) maka niat untuk mencoba makanan di pedagang kaki lima tidak terlaksana.

Duh.... Jadi pengen makan tom yam, mango salad, pad thay, steam fish yang asam pedas. Kapan ya????

Mata semakin pedih nih.

Sawasdeeka...


Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, September 21, 2008

Kampung Bubutan


Dalam tulisan yang lalu, saya mengulas tentang kampung nelayan. Kali ini adalah kampung Bubutan.

Kampung ini terletak di kawasan Jalan Bubutan yang sangat padat dan ramai. Tidak jauh dari sini, terdapat Tugu Pahlawan dan Jembatan Merah dimana terkenal dengan perlawanan melawan Belanda.

Nama Bubutan berasal dari kata Butotan yang artinya pintu gerbang.
Namun ada juga yang mengatakan bahwa dikampung ini dulunya banyak tukang bubut yang hidup disana.

Menurut salah seorang penduduk asli sana (maksudnya tinggal disana sejak orang tuanya), dulunya penduduk sana juga berjasa saat perang melawan Belanda.

Di kampung ini, kami melihat kehidupan penduduk sana dan melihat-lihat bentuk bangunan yang dipertahankan keasliannya dan memiliki bentuk arsitektur yang khas.



Seperti yang terlihat dari foto-foto terlampir, ada beberapa bentuk arsitektur khas yang berada dalam satu kampung. Dan dikampung ini terdapat sisa-sisa Surabaya yang berdiri pada 1365.




Saat berbicara dengan warga disini, mereka hidup berdampingan dengan damai antar beberapa etnis dengan latar belakang agama yang berbeda pula.

Saya dan beberapa teman sempat diijinkan masuk ke rumah salah seorang penduduk disini (duhhh lupa namanya), beliau menceritakan bahwa rumah keluarganya sudah ada sejak jaman kakeknya dulu. Bahkan kami sempat melihat foto-foto keluarganya dan barang-barang milik pribadi yang sudah tidak bisa digunakan lagi.

Dirumah ini juga ada meja panjang yang digunakan oleh kakeknya saat kakeknya masih hidup dan digunakan sebagai meja untuk memotong dan menjahit baju (dulunya kakeknya adalah penjahit).
Mejanya sangat kokoh dan tebal.


Bahkan ada pula peti penyimpanan pakaian yang dibawa saat sang kakek datang dari Tiongkok.

Namun sungguh sayang, barang-barang tersebut tidak dipelihara dan dijaga dengan baik. Terongok begitu saja di rumah. Namun saya sangat bersyukur diijinkan masuk dan memfoto beberapa perabot kuno yang ada dalam keremangan ruangan.


Sungguh suatu perjalanan yang menyenangkan dan sangat menambah wawasan saya. Walaupun saya sejak lahir tinggal di Surabaya, namun saya tidak pernah jalan-jalan keliling kampung lain.

Namun sayapun tinggal disalah satu kampung yang sewaktu kecil selalu saya lewati saat akan kesekolah yaitu kampung kungfu yang terletak di kawasan Kapasan (yang juga merupakan salah satu kampung yang masuk dalam jadwal tour de kampoeng) tepatnya di Kapasan Dalam.

Tidak banyak yang dapat saya ceritakan di kampung yang satu ini. Karena sejak kecil saya tinggal dan berinteraksi dengan warga kampung sini namun saya tidak pernah melihat orang berlatih kungfu. he..he..
Mungkin dulunya dikampung ini banyak jago kungfu yang tinggal disini.
Banyak bangunan yang sudah berubah dan yang paling terkenal adalah keberadaan Klenteng Boen Bio yang terkenal dan merupakan satu-satunya klenteng Kong Hu Cu di Surabaya.

Saturday, September 20, 2008

Kampung Nelayan

Bulan Mei lalutepatnya 25 Mei 2008, saya ikut rombongan Surabaya Heritage dalam acara tour de Kampoeng yang dibesut oleh UK Petra jurusan Pariwisata. Tour ini fokusnya pada kampoeng-kampoeng yang ada di Surabaya antara lain: kampung nelayan (didaerah kenjeran), kampoeng di Bubutan dan kampoeng yang menjuarai Green and Clean yang berlokasi di Kertajaya.

Masing-masing kampung akan saya ulas satu persatu dengan judul yang sesuai.
Saya akan membahas tentang kampung nelayan dulu.
Kampung nelayan ini terletak di dekat Pantai Ria Kenjeran. Kami masuk via Pantai Ria Kenjeran ( tepatnya Ken Park). Sambil menyusuri garis pantai Kenjeran dengan perahu nelayan, tak sampai 5 menit, kami sudah tiba di kampung nelayan tersebut. Asyik juga menyusuri garis pantai dengan perahu nelayan. Perahu berjalan terhentak-hentak oleh gelombang laut dan angin yang terkadang menyemburkan titik-titik air sesekali menerpa tubuh kami. Angin yang juga sepoi-poi meniup membuat kepala terayun-ayun dan secara perlahan membuai kami dan timbullah rasa ingin memejamkan mata. Namun sinar mentari yang menerobos dan indahnya pemandangan dari garis pantai membuat saya merasa sayang untuk memejamkan mata. Melewati pohon-pohon bakau yang mulai berkurang dan juga melihat Patung Dewi Kwan Im dari arah laut sungguh suatu pengalaman yang indah.



Foto: pohon bakau dan Patung Dewi Kwan IM

Sesampai di lokasi kami turun dari perahu dan disambut oleh jemuran udang kecil (ebi) dipekarangan rumah penduduk. Masuk beberapa meter lagi kami menjummpai suatu perkampungan dengan rumah-rumah yang sederhana. Tiap rumah disana dipenuhi dengan aktivitas yang mendukung keberadaan kampung tersebut sebagai penghasil kerupuk terung dan teripang (banyak dijumpai di Pantai Ria Kenjeran dan pasar-pasar tradisional sebagai oleh-oleh khas Surabaya).

Disana kami melihat proses pembuatannya mulai dari membersihkan bahan bakunya (teripang dan terung), memasaknya, hingga menjemurnya. Sangat menarik melihat cara mereka mengolahnya.













Foto: teripang yang masih mentah




Foto: teripang yang sudah dibersihkan



Foto: teripang yang sudah direbus



Foto: proses menggoreng menjadi kerupuk dengan menggunakan pasir













Foto: kerupuk teripang yang dijual di tempat Rekreasi Pantai Ria Kenjeran

Wednesday, August 13, 2008

Healthy Food @ Mulia Hotel- Jakarta

Sejak dari Surabaya aku sudah berniat untuk mencoba healthy food sebagai alternatif breakfastku.
So, waktu check in di hotel Mulia, aku menanyakan hal itu. Ternyata bisa di change tapi ada additional chargenya. Lumayan mahal juga rupanya. Tapi promosinya tentang bahan organik membuatku berniat utk mencobanya. Apalagi memang bahan pangan organik dipasaran cukup merogoh kocek yang cukup dalam.

Saat masuk kesana ( di Lounge) aku ditanyai kalo dari room tempatnya di the Cafe bukan disana. Tapi setelah kujelaskan kalo aku mau coba dan bersedia bayar additional chargenya baru diijinkan masuk.

Well, karena tempatnya bukan untuk breakfast, maka relatif tenang, lebih nyaman dan banyak sofa. Ada juga sih meja-meja tapi aku lebih memilih duduk di sofa. Deretan makanan yang tersedia tidak terlalu banyak pilihannya dan dalam jumlah yang relatif sedikit. Apalagi jika dibandingakan dengan yang di The Cafe. Sangat jauhhhh perbandingannya. Kalo di The Cafe ada banyak makanan mulai dari gerai telur, Japanese Food, Chinese food (diwakili dengan aneka Dim Sum dan Mie), Western Food ( sosis, bacon, dll), Indonesia Food, aneka salad, aneka roti, aneka cereal, buah-buah dan aneka dessert.
Dengan jumlah makanan dan pilihan yang relatif sedikit, maka aku berniat untuk mencicipi semuanya. Hmmm... it's look delicious dengan porsi yang kecil-kecil. Benar-benar sangat healhty mulai dari pilihan bahan, menu hingga porsinya. ;-)

Pilihannya: salad, roti gandum + beberapa jenis roti yang lain dengan pilihan beragam honey untuk toppingnya, egg station (kalo yang ini rasanya non organik), cereal, homemade yogurt, fresh juice and buah segar. untuk main coursenya ada beef ( steak), smoked salmon, enoki, fish (entah apa).

Pilihan pertama jatuh pada salad + smoked salmon. Lembaran lettuce, baby carrot, asparagus, cherry tomato, buncis + somed salmon sudah tertata rapi di atas piring kecil. Kemudian kusiram dengan dressing thousand island (oopsss..... tetap aja pilihannya thousand island bukannya italian or french dressing).
Kemudian paprika panggang + mush room giliran berikutnya. Duhhh lupa nih apa nama makanannya (maklum tidak kucatat & kufoto). Kemudian aku ambil potongan beef, ikan dan enoki.
Kututup dengan omelette + roti gandum supaya kenyang. He..he...
Terakhir aku ambil buah segar. Oh ya selama makan, aku selingi dengan minum fresh juice yang sangat segar.
Setelah selesai semuanya, aku ditawari tea dengan pilihan cammomile, fruit tea, English breakfast, peppermint tea, mint sweet fruit, rosebud dll. Pilihanku ada pada fruit tea yang terasa asam manis sesuai dengan kesukaan yaitu segala yg bercita rasa asam.

Tak terasa jam menunjukkan pukul 10.30. Saatnya melanjutkan kegiatan. Tak terasa makanan yang tampaknya sedikit itu cukup membuatku bisa beraktifitas tanpa merasa lapar hingga pukul 16.30. Well, waktu yg lumayan lama dan sangat sore untuk lunch.

Monday, August 11, 2008

Manfaat buah pisang

Artikel ini aku ambil dari email yg masuk ke Inbox ku yang dikirim oleh: Erwin Arianto
menurut aku, artikel ini bagus dan bermanfaat.

Pisang termasuk buah yang padat nutrisi dan energi. Teksturnya yang lembut membuat pisang sering dijadikan buah pilihan untuk makanan bayi. Bagi anak-anak, pisang juga bisa menjadi bekal sehat ke sekolah.
Di banyak negara maju, pisang kerap menjadi bekal makanan anak-anak ke sekolah. Mereka juga memasukkan potongan pisang ke dalam sereal dan susu saat sarapan. Pisang menyediakan cukup energi bagi anak-anak untuk siap mengikuti pelajaran di sekolah.

Dr. Ir. Sobir, dari Pusat Kajian Buah-buahan Tropika IPB, menjelaskan sebuah penelitian tentang pisang yang dilakukan terhadap 200 pelajar di sekolah Twickehnham, di middlesex, Inggris. Kepada mereka diberikan makanan tambahan berupa pisang saat sarapan, istirahat, dan makan siang. Penelitian dilakukan menjelang waktu ujian.Hasilnya, dikatakan Dr. Sobir, konsumsi pisang tersebut membantu proses belajar mereka. Kalium yang terdapat pada pisang inilah yang berperan meningkatkan konsentrasi belajar anak.

Selain itu, kandungan vitamin B pada pisang yang cukup tinggi juga mampu mempertahankan aktivitas kerja sistem syaraf. Hal inilah yang mendorong pelajar bisa berkonsentrasi lebih lama.
Dalam satu buah pisang memang terkandung banyak zat gizi. "Kandungan vitamin dan mineralnya lebih unggul dibandingkan buah dan sayuran lain, terutama untuk vitamin B6 (piridoksin), C, kalium, serat, dan mangan," katanya.
Jika dibandingkan dengan apel, pisang mengandung 4 kali lebih banyak protein, dua kali lebih banyak karbohidrat, tiga kali lebih banyak fosfor, lima kali lebih banyak vitamin A dan zat besi, serta dua kali lebih banyak vitamin dan mineral lainnya.

Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari satu buah pisang. Selain sangat bermanfaat dalam mencegah stres, pisang juga meningkatkan daya pikir, mengobati radang cerna, serta menyehatkan mata.

Pilih Rajabulu
Pisang juga dikenal sebagai buah yang tinggi kandungan potasium (kalium) serta magnesium. Kandungan kedua minerak ini sangat berguna, terutama bagi sistem kardiovaskular serta kesehatan otot dan syaraf.
Kandungan piridoksin yang tinggi, flavonoid serta alkaloid yang terdapat pada pisang, terutama pisang rajabulu, diduga memiliki aktivitas antidiabetes. Itu sebabnya, berikan pisang rajabulu kepada anak yang menderita diabetes.

Penelitian yang dilakukan PKBT-IPB bersama dengan Puslitbang Gizi Depkes menunjukkan bahwa pisang rajabulu memiliki indeks glikemik 54 persen dibandingkan dengan gula standar, sehingga dapat dikonsumsi diabetesi.

Pisang juga berguna bagi mereka yang mengalami stres dan kelelahan karena mengandung sorotonin. Menurut Dr. Sobir, kadar sorotonin pada pisang cukup tinggi, yaitu sekitar 31,4 ng/g. Begitu juga kandungan kaliumnya. Pembentukan sorotonin ini dirangsang oleh triptofan yang ada pada pisang.

Serotonin merupakan senyawa yang membuat perasaan rileks, tenang, menambah mood atau suasana hati, serta membuat perasaan lebih bahagia, sehingga stres maupun kelelahan bisa terusir. Itu sebabnya anak yang lelah atau stres setelah belajar di sekolah bisa diberi pisang.
Orangtua bisa mengolah pisang menjadi banana milkshake atau susu pisang kocok, sate pisang yang mudah dibuat dan penampilannya menggugah selera anak, atau pisang goreng penyet ditabur mesis.

Pisang juga bisa diberikan bila anak sulit tidur di malam hari. Memberikan pisang dengan susu, yang sama-sama mengandung triptofan, akan membuat anak lebih tenang, sehingga mereka bisa segera tidur lelap.

Sembuhkan Tukak Lambung
Bagi anak yang mengalami gangguan pencernaan, pisang juga bisa dimanfaatkan. Beberapa penelitian, seperti dijelaskan Dr. Sobir, menemukan bahwa pisang dapat menyembuhkan luka pada sistem pencernaan.

Penelitian atas efek antipektin pada hewan percobaan yang diberi perlakuan ekstrak pisang varietas Palo dan Horn, mampu menyembuhkan luka sebesar 70 dan 88 persen dibandingkan tanpa perlakuan.

Pisang pun dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang bermasalah dengan sistem pencernaan karena tekstur daging buahnya yang halus dan lunak. "Pisang dapat dimakan tanpa menambah kerja sistem pencernaan. Latek yang terdapat pada pisang juga dapat mencegah iritasi dengan melapisi dinding lambung dan usus," tambah Dr. Sobir.

Bagi anak yang mengalami anemia, pisang merupakan makanan yang baik. Ini karena pisang kaya akan zat besi yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah. Tambahan lagi, dengan mengonsumsi pisang, anak tidak akan sembelit, seperti yang terjadi bila diberi suplemen zat besi.

Nah, cobalah memperkaya buah pisang dalam menu harian anak-anak. Selain mudah didapat, pisang juga relatif murah, tetapi tidak murahan.
'Kan jelas-jelas padat gizi!

Olahan Pisang, Lezat dan Praktis
Ada beberapa resep olahan pisang untuk anak yang bisa dibuat dengan mudah oleh orangtua. Bahkan, anak pun bisa diajak membuatnya.

Susu Pisang Kocok (Banana Milkshake)
Bahan:
• 200 ml susu cair
• 2 buah pisang ambon atau cavendish
• sedikit es batu
• sedikit yogurt atau selai kacang

Cara membuat:
• Semua bahan diblender.
• Sajikan langsung. Sangat enak dinikmati, terutama saat cuaca panas.

Sate Pisang (Banana Satay)
Bahan:
• Pisang ambon dipotong sepanjang 5 cm
• Coklat batangan, lelehkan
• Tusuk sate

Cara Membuat:
• Masukkan potongan pisang ambon ke dalam freezer hingga mengeras.
• Tusuk potongan pisang ke tusukan sate sebanyak dua buah.
• Celupkan pisang ke coklat leleh.
• Hidangkan.

Thursday, July 17, 2008

Tips Keberhasilan Memasak

Makanan tidak tersaji begitu saja. Ada proses yg panjang dalam mempersiapkannya mulai dari memilih bahan baku, bumbu2, mencuci, menyimpan maupun meracik dan menyajikannya hingga menjadi siap disantap dan indah dipandang.

Dibawah ini beberapa Tips keberhasilan memasak (ditulis oleh Rudy Choirudin):

BUMBU DAUN (EMPON2)
Hampir semua bumbu yg berbentuk daun harus dirobek, dirajang dalam proses pemasakannya agar aroma daun keluar.
Contoh: daun jeruk, daun bawang, daun pandan, daun salam, daun kemangi, sereh, daun kunyit dll.
  1. Pilih daun yg tua dan tidak ada bercak coklat dan hitam. Biasanya daun yg berbercak tidak punya aroma yg maksimal
  2. Jika memetik daun sendiri, pilih daun yg ada dibagian bawah pohon karena umur daunnya lebih tua dibandingkan daun diatasnya
  3. Cuci bersih daun agar pori2 daun terbuka (biasanya ada zat lilin yg menutupi) atau ada zat lainnya
  4. Sobek atau rajang daun yg akan kita masak ke dalam masakan sebagai bumbu.

BUMBU UMBI2 DI DALAM TANAH

Contoh: kunyit, jahe, lengkuas, kencur dll

  1. Pilih bumbu umbi yg segar (terlihat dari kulitnya yg segar dan tidak keriput). Patahkan dan cium aromanya.
  2. Kupas kulitnya agar tidak mengganggu warna makanan dan tidak keruh jika dibuat makanan berkuah
  3. SEtelah dikupas, langsung lakukan proses selanjutnya agar tidak menguapkan aroma
  4. Haluskan bumbu dengan benar agar aroma dan rasanya tercampur dengn baik bersama bumbu yg lain.

BAWANG DAN KERABATNYA

Bawang termasuk salah satu bumbu yg dipakai hampir pada setiap masakan dan sangat berpengaruh dalam mencapai kelezatan.

Contoh: bawang putih, bawang merah dan bawang bombai

Tips:

  1. Pilih bawang yg tidak terlalu kecil atau besar
  2. Pilih bawang yg mempunyai kulit luar yg masih baik, tidak pecah, karena pecahnya kulit bawang membuang kesegaran dan aromanya
  3. Banyak bawang yg kulitnya masih tampak baik, tapi dalamnya tidak baik.
  4. Jangan pilih bawang yg sudah tumbuh akarnya karena aroma dan rasanya berkurang
  5. Dalam proses memasak, bawang mempunyai peran penting dalam masakan. Bawang harus ditumis hingga kekuningan dan harum. Apabila ditumis dan berwarna kekuningan, tandanya sudah harum. Pancing bawang putih yg sudah kekuningan dengan 2 sendok makan air dan masukkan bahan selanjutnya agar aromanya lebih mantap
  6. Jika dicampur dan dihaluskan dengan bumbu lain, pastikn bawang sudah tertumis dengan matang.

SAYUR

  1. Pilih sayur yg segar, tidak layu, dan warnanya cerah. Tidak ada flk putih yg menandakan terkena pestisida
  2. Petik sesuai dengan jenis sayuran
  3. Jika diseduh, tambahkan air rebusan dengan garam, gula, minyak dan cuka agar warnanya tetap cerah. Rasaya pun enak, renyah dan bersinar
  4. Jika hendak ditumis, tambahkan garam dan minyak disayurnya baru ditumis (kangkung, brokoli dll)
  5. Masak sayur bertahap dalam masakan, sesuai dengan kekerasannya

IKAN

  1. Pilih ikan segar dengan cara membuka matanya dan bola matanya masih jernih dan timbul. Dagingya jika ditekan masih kembali (sintal), sisiknya masih rapi dan aromanya masih segar (tidak busuk)
  2. Dalam pembuatan sup atau tim, ikan tidak boleh direbus atau dikukus terlalu lama. Hitung waktu pemasakan antara 7-10 menit setelah ikan dimasak dan air mendidih, baru penghitungan waktu dimulai (agar protein tdk terurai dalam air). Setlah masak, dagingnya masih kenyal dan seimbang gurihnya.
  3. Menghilangkan amis bisa dilakukan dengan cara melumuri asam dan garam. Asam: cuka, air jeruk, air asam, garam dan juga air kunyit.

AYAM

  1. Pilih ayam yg baru dipotong, segar, tidak berlendir, juga dagingnya tidak berubah
  2. Jika dimasak, sesuaikan dengan umur ayam. Untuk ayam goreng dan ayam bakar, cari ayam yg berumur 4-5 bulan karena rasa dagingnya masih manis
  3. Jika dibuat soto atau sup, cari ayam yg sudah berumur dan ayam jago atau ayam jantan karena kaldu yg dihasilkan sangat gurih

DAGING

  1. Warna daging menentukan umurnya. Semakin merah warnanya semakin tua.
  2. Lemak yg putih bersih umur hewan masih muda daripada lemak yg warnanya kekuningan
  3. JIka hendak di empukkan sebelum ditumis, bisa ditambahkan potongan nenas (sebagai tenderlizer) atau dibukus dengan daun pepaya (kandungan papayim) yg kandungannya berfungsi sebagai pengempuk. Namun rasa kedua bahan tersebut bisa terasa dalam masakan.
  4. Atau segar alami di hanging / dilayukan dengan caa digantung ditempat bersih selama 24 jam atau dilayukan dalam chiller selama 36 jam.

Sumber: Tips Keberhasilan Memasak by Rudy Choirudin

Di Harian SEputar Indonesia tanggal 17 Juli 2008